Sabtu, 28 Mei 2016

Ini Penyebab Gaji Tinggi tapi Tetap Miskin



kebutuhan finansial tercukupi ketika memiliki gaji tinggi. Nyatanya saldo di tabungan nggak berkembang juga. Jika Anda mengalaminya, berarti ada yang salah dengan pengaturan keuangan Anda. Beberapa hal ini bisa menjadi penyebab kegagalan Anda mengatur finansial, meski gaji besar.

Nggak punya tabungan prioritas
Tabungan prioritas maksudnya tabungan utama di luar tabungan regular yang tidak diganggu gugat. Sebaiknya sumber dana untuk tabungan ini diambil secara auto debet dari tabungan penghasilan Anda. Selama Anda nggak memiliki tabungan ini, keuangan Anda bakal jalan di tempat meskipun penghasilan Anda tinggi. Dengan memiliki tabungan prioritas secara nggak langsung Anda ‘dipaksa’ untuk menabung.

Tempat tinggal mahal
Tinggal di rumah, kontrakan, atau tempat kos yang berbiaya tinggi sering kali menjadi penyebab terbesar Anda kesulitan keuangan. Kebanyakan orang yang memiliki gaji tinggi, nggak memedulikan lagi kondisi keuangan mereka saat harus mengeluarkan uang untuk beberapa hal yang dianggap ‘kebutuhan utama’ karena merasa dana mencukupi. Ada baiknya sebelum memilih tempat tinggal, Anda membuat rincian detail per bulan. Dengan begitu Anda bisa mengetahui dengan jelas pengeluaran.

Tidak memiliki rencana finansial  
Ini penting untuk mengatur keuanga Anda di masa depan. Mulai dari sekarang sebaiknya Anda telah membuat perencanaan keuangan untuk beberapa waktu ke depan. Misalnya, tahun ini mengambil reksa dana dan asuransi, dua tahun kemudian membeli kendaraan. Dengan memiliki rencana finansial, Anda memiliki tujuan menabung. Tanpa disadari hal itu juga memotivasi Anda untuk giat bekerja dan menabung. 

Tidak berani usaha
Selain menabung, bisnis bisa menjadi cara tepat memutar uang Anda. Nggak perlu takut merugi karena apapun yang dijalani dengan tekun akan menghasilkan. Membuka bisnis juga tidak harus langsung dalam skala besar yang membutuhkan modal banyak, misalnya menjadi reseller atau membuka usaha yang sesuai dengan keahlian Anda. Dengan membuka bisnis uang Anda bisa terus berkembang.

Tidak investasi
Semakin banyak uang yang kita miliki, tanpa disadari akan semakin konsumtif pula kita. Sering kali uang habis untuk membeli barang yang nilai asetnya menurun, seperti gadget , mobil dan lain-lain. Sebaiknya sejak dini mulai merencanakan membeli asset investasi seperti saham, tanah, real estate, atau emas.



Credit: http://www.femina.co.id/karier-&-uang/ini-penyebab-gaji-tinggi-tapi-tetap-miskin

Jumat, 27 Mei 2016

Ternyata, Gaji Karyawan Wanita Lebih Tinggi Dibandingkan Karyawan Pria!


Selama ini banyak orang berasumsi kalau pria digaji lebih tinggi dibandingkan wanita. Maklum, pria dianggap lebih berambisi dalam mengejar karier dan memiliki kemampuan negosiasi gaji yang lebih baik.

Namun, penelitian yang dilakukan Jobplanet (Jobplanet.com), platform komunitas online yang menampilkan informasi seputar dunia kerja dan perusahaan, menunjukkan fakta baru. Menurut mereka, hampir tidak ada kesenjangan pendapatan antara karyawan pria dan wanita di Indonesia. Bahkan di beberapa bidang pekerjaan, karyawan wanita diberi gaji rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan karyawan pria.

Penelitian yang terkumpul di situs Jobplanet.com pada pertengahan Maret 2016 ini dilakukan terhadap 60.000 responden (49% pria, 51 % wanita) dari 35 provinsi di Indonesia. Jobplanet pun membandingkan dan menghitung gaji rata-rata yang diperoleh karyawan pria dan wanita pada level staf (46.000 orang) dan manajer (14.000 orang) sesuai bidang pekerjaan mereka.

Untuk level staf, karyawan wanita yang bekerja di bidang engineering, hukum, serta riset dan pengembangan (R&D) memperoleh gaji yang lebih tinggi dibandingkan karyawan pria, yaitu sektiar 10%.

“Ini cukup mengejutkan. Berdasarkan data yang kami peroleh dan analisis, ternyata beberapa bidang pekerjaan, terutama engineering yang dikenal sebagai bidang yang didominasi pria, justru memberikan gaji rata-rata yang lebih tinggi kepada karyawan wanita,” ungkap Kemas Antonius, Chief Product Officer Jobplanet di Indonesia.

Hal yang sama berlaku untuk level manajer. Gaji rata-rata manajer wanita di bidang pengembangan bisnis lebih tinggi 7,6 % dari gaji rata-rata manajer pria. Di bidang engineering manajer wanita digaji 13,2% lebih tinggi. Sedangkan di bidang keuangan dan akuntasi perbedaan mencapai 10,0%, sedikit lebih rendah dibandingkan di bidang R&D yang mencatat perbedaan tertinggi, yaitu 14,1%.

Dari segi nominal, gaji rata-rata yang diterima staf wanita di Indonesia adalah Rp 3.660.000, lebih tinggi 1,1% dibandingkan dengan staf pria yang sebesar Rp 3.621.000. Gaji rata-rata manajer wanita di Indonesia sebesar Rp 7.696.000, yang menjadikannya lebih besar 4,6% dari gaji rata-rata manajer pria yang hanya Rp 7.356.000. Nominal ini belum termasuk bonus dan tunjangan. 

Credit: http://www.femina.co.id/career/ternyata-gaji-karyawan-wanita-lebih-tinggi-dibandingkan-karyawan-pria-

Kamis, 26 Mei 2016

7 Hal Penting yang Wajib Diketahui Sebelum Shopping


Bagian paling menyenangkan dari mengatur gaji adalah menyisihkannya untuk biaya senang-senang alias me time. Apalagi jika urusan tabungan, investasi, dan utang sudah diselesaikan. Namun, tetap ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan sebelum menghabiskan bujet belanja. Simak, nih, poin-poin penting seputar shopping dari konsultan keuangan Yosephine P.Tyas, S.Kom, MM, CFP®.

1. Sering memanfaatkan diskon bukan berarti Anda bijak mengatur keuangan. Adanya diskon dan promosi online memang membuat Anda bisa mendapatkan harga lebih murah. Namun, harus hati-hati karena Anda sering kali jadi membeli barang-barang yang semula tidak direncanakan. Jika yang Anda beli memang dibutuhkan, baru bisa disebut bijak.

2. Wanita sering kali berbelanja produk makeup, pakaian, dan sepatu bukan karena kebutuhan, melainkan keinginan sesaat. Biasanya, yang terjadi adalah barang menumpuk dan beberapa produk makeup terbuang karena kedaluwarsa. Sebaiknya, cek dulu barang yang sudah dimiliki agar yang dibeli tetap terpakai.

3. Shopping secara impulsif merupakan salah satu penyebab utama pengeluaran membengkak. Untuk menghindarinya, sebaiknya Andatidak terlalu sering ke pusat perbelanjaan jika tidak ada niat membeli barang yang dibutuhkan dan masuk dalam bujet. 

4. Jangan berbelanja jika mood tidak dalam keadaan stabil karena disadari atau tidak, itu akan memengaruhi pengambilan keputusan. 

5. Wanita sering membandingkan harga di dua atau tiga situs sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli barang secara online. Namun, kebiasaan ini bisa jadi malah menjebak Anda membeli banyak barang. Anda harus bisa menahan diri karena tidak jarang malah akan menemukan barang menarik lain yang tidak diinginkan sebelumnya. Jangan sampai malah membeli hal yang tidak dibutuhkan. Fokuskan hanya untuk membandingkan harga dan kualitas.

6. Pengeluaran untuk makan memang sulit dikurangi karena banyak aktivitas yang ‘mendukung’ pos ini, seperti meeting, arisan, ataupun reuni. Yang wajib dilakukan adalah menentukan bujet yang bisa digunakan setiap bulannya. 

7. Membeli gadget adalah salah tujuan keuangan yang sering tidak ditulis, tapi hampir selalu direalisasikan. Hal ini tidak menjadi masalah asal disesuaikan dengan kemampuan, prioritas, dan kondisi keuangan.



Credit: http://www.femina.co.id/money/7-hal-penting-yang-wajib-diketahui-sebelum-shopping

Rabu, 25 Mei 2016

Keuangan Stabil Sebelum Usia 30 Part 2



Mengatur keuangan bukan hal mudah, terutama bila Anda berusia sekitar 20-an dan baru saja bekerja. Anda ingin menjadi pribadi yang mandiri, namun pendapatan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan Anda. Dari ongkos transportasi, biaya makan sehari-hari, sampai menabung untuk masa depan. Di lain sisi, Anda juga masih senang hangout dengan teman-teman serta punya keinginan besar untuk traveling. Jika demikian, coba-coba langkah-langkah berikut supaya kondisi keuangan Anda sudah baik dan stabil begitu di usia 30.

4. Bayar semua utang.
Langkah ini memang harus dilakukan sekalipun menguras kantong Anda. Tujuannya jelas, mengurangi beban utang nantinya. Utang di sini bisa saja utang kartu kredit, pembelian gadget, dan lainnya.

5. Asuransikan diri Anda.
Jangan ragu untuk membeli asuransi kesehatan, asuransi harta benda, bahkan asuransi jiwa terutama bagi Anda yang jadi tulang punggung keluarga. Sekali kecelakaan atau sakit dapat menyebabkan kekacauan pada keuangan Anda jika tidak terlindungi.

6. Buat rencana jangka panjang.
Punya niat yang besar, seperti beli rumah atau traveling keliling dunia, membantu Anda mengatur keuangan untuk mencapainya. Mulailah menabung sejak memiliki modal, sekalipun jumlahnya tidak besar. Tingkatkan jumlahnya seiring waktu berjalan dan kondisi keuangan makin stabil, jangan tergoda untuk menggunakannya dengan alasan apapun (kecuali darurat banget, ya), sampai Anda tiba untuk menjalankan niat tadi.

7. Tabungan pensiun
Masa pensiun seakan-akan terasa "jauh" ketika Anda masih berusia 20-an. Tapi, menabung begitu punya pekerjaan pertama membuat Anda lebih mudah memenuhi tujuan pensiun Anda, bahkan sebelum hari "besar" itu tiba. Manfaatkan jika perusahaan menawarkan pembuatan tabungan pensiun.

8. Monitor investasi
Anda oleh mulai berinvestasi juga. Cuma ingat untuk sering memonitor perkembangan investasi. Apalagi jika ada potongan atau biaya-biaya administrasi yang mesti dibayarkan. Jangan sampai begitu Anda ingin "menuai" hasilnya, malah pendapatan minus yang diperoleh. Rugi, kan?

Tentu, satu lagi yang mesti dilakukan adalah mulai membuat dana darurat. Lebih mudah memulai dana darurat sejak Anda memiliki pendapatan dibanding sudah memiliki pendapatan yang telah terbagi-bagi penggunaannya untuk pos lain. Hal ini mengurangi ras malas bila ingin menyimpan untuk dana darurat nantinya.


Credit: http://www.femina.co.id/karier-&-uang/keuangan-stabil-sebelum-usia-30-

Selasa, 24 Mei 2016

Keuangan Stabil Sebelum Usia 30 Part 1


Mengatur keuangan bukan hal mudah, terutama bila Anda berusia sekitar 20-an dan baru saja bekerja. Anda ingin menjadi pribadi yang mandiri, namun pendapatan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan Anda. Dari ongkos transportasi, biaya makan sehari-hari, sampai menabung untuk masa depan. Di lain sisi, Anda juga masih senang hangout dengan teman-teman serta punya keinginan besar untuk traveling. Jika demikian, coba-coba langkah-langkah berikut supaya kondisi keuangan Anda sudah baik dan stabil begitu di usia 30.

1. Abaikan pendapatan Anda.
Punya pekerjaan baru berarti gaya hidup seringkali baru juga. Rasanya Anda butuh baju baru supaya terlihat profesional, mobil baru, dan sewa rumah/kos (baru). Tapi, sebaiknya, Anda tetap hidup bergaya mahasiswa alias membatasi diri atau pas-pasan. Setidaknya sampai Anda punya pendapatan yang jauh lebih baik.

2. Tinggal di rumah ortu dulu.
Kecuali sudah menikah atau kantor Anda benar-benar jauh dari rumah dan menyulitkan untuk pulang-pergi, tetaplah tinggal bersama ayah-ibu Anda. Toh, kamar rumah tetap 'milik' Anda dan ortu tidak akan "meminta bayaran" apapun karena Anda masih tanggung jawab mereka. Bedanya, Anda tidak perlu lagi meminta uang untuk memenuhi segala keperluan. Hal ini bisa dilakukan sambil menabung hingga kondisi keuangan Anda lebih baik guna menjalankan rencana selanjutnya.

3. Batasi limit kartu kredit.
Boleh saja memiliki kartu kredit. Cuma, batasi penggunaan serta limitnya sesuai kemampuan Anda. Bahkan, sebaiknya, gunakan saja saat benar-benar dibutuhkan. Bunga yang tinggi dan pembayaran administrasi bisa-bisa membuat dompet tipis setiap saat. Padahal, Anda sendiri tidak memiliki modal atau tabungan banyak.

4. Bayar semua utang.
Langkah ini memang harus dilakukan sekalipun menguras kantong Anda. Tujuannya jelas, mengurangi beban utang nantinya. Utang di sini bisa saja utang kartu kredit, pembelian gadget, dan lainnya.

Credit: http://www.femina.co.id/karier-&-uang/keuangan-stabil-sebelum-usia-30-

NEXT  Keuangan Stabil Sebelum Usia 30 Part 2: http://punyakfe.blogspot.co.id/2016/05/keuangan-stabil-sebelum-usia-30-part-2.html

Senin, 23 Mei 2016

15 Langkah Mudah Dapat Pekerjaan Part 4




Sering 'melempar' CV ke berbagai perusahaan, tapi nggak ada respons? Rajin mendatangi job fair dan sebulan kemudian masih juga berburu kerja? Hmm... mungkin selama ini cara yang kita pakai untuk meraih pekerjaan impian, tuh, kurang pas. Selain itu, terlalu percaya dengan mitos seputar pencarian kerja juga memengaruhi persepsi kita—akhirnya makin nggak pede melamar kerja, deh. Ikuti 15 langkah mudah dapat pekerjaan berikut ini...

11. Negosiasi waktu
Wah, jangan terlalu gampangan menyanggupi panggilan wawancara kerja. Selain dianggap gampang disetir, kita juga bisa terjebak sendiri dalam janji itu—apalagi kalau kita masih berstatus karyawan di perusahaan lain. Lebih baik kita mencoba bernegosiasi terhadap calon perusahaan. Minta bertemu setelah jam kerja juga boleh, asal pihak pewawancara nggak keberatan. Seandainya waktu wawancara sudah harga mati, kita kudu siap mengalah, misalnya dengan mengambil cuti biar nggak mengganggu pekerjaan saat ini.

12. Unjuk gigi
Banyak faktor yang memengaruhi kesuksesan wawancara. Kualifikasi yang dicari dari calon karyawan di antaranya interpersonal skill (termasuk kemampuan menjawab pertanyaan), penampilan, hingga kesan yang ditangkap oleh si pewawancara. Meskipun CV kita standar, pasti perusahaan punya alasan kuat buat bertemu langsung dengan kita. Jadi, buktikan bahwa kita memang orang yang tepat buat mengisi posisi tersebut pada saat dipanggil wawancara.

13. Serius keluar dari zona nyaman
Sekali memutuskan resign dari tempat kita bekerja selama bertahun-tahun, kudu segera direalisasikan. Soalnya kalau kebanyakan mikir pada akhirnya cuma terjebak kembali dalam zona nyaman kita. Kita pun jadi nggak berani meninggalkan kantor serta posisi yang sebenarnya sudah mentok. Namun, nggak disarankan juga resign karena alasan emosional, misalnya ribut dengan rekan kerja. Tahu sendiri, kan, mencari pekerjaan baru nggak gampang? Kalau memang merasa diri kita nggak lagi berkembang—baik skill maupun mental—mungkin sudah saatnya mencari pekerjaan baru.

14. Pertimbangkan untuk pindah haluan
Banyak, kok, orang yang pindah profesi kemudian sukses, meski ada juga yang gagal. Memang sulit pindah haluan, tapi bukannya nggak mungkin, tuh. Selama kita melakukannya terencana dan total pasti nggak ada masalah. Coba, deh, kuliah lagi atau ngambil kursus untuk memperdalam pengetahuan di bidang yang baru—apalagi kalau nggak pede terhadap kemampuan yang dimiliki sekarang.

15. Berpromosi setelah resign
Nggak salah, sih, bilang kepada semua jejaring bahwa kita sudah 'bebas' dari kantor lama. Tapi... nggak mesti buru-buru menjelaskan kalau kita butuh pekerjaan baru segera—bisa-bisa kita disangka di-PHK, tuh! Bilang saja kita siap membantu mereka seandainya dibutuhkan, pasti mereka ngeh kalau kita siap dipekerjakan. Sambil menunggu tawaran pekerjaan yang oke, coba juga ambil pekerjaan paruh waktu—lumayan buat mengisi pundi-pundi tabungan, nih. Siapa tahu dari proyek-proyek kecil ini banyak klien yang puas sehingga mempercayakan proyek besar. Kadang cara promosi sederhana 'dari mulut ke mulut' bisa berdampak dahsyat.

Credit: http://www.femina.co.id/career/15-langkah-mudah-dapat-pekerjaan

15 Langkah Mudah Dapat Pekerjaan Part 3




Sering 'melempar' CV ke berbagai perusahaan, tapi nggak ada respons? Rajin mendatangi job fair dan sebulan kemudian masih juga berburu kerja? Hmm... mungkin selama ini cara yang kita pakai untuk meraih pekerjaan impian, tuh, kurang pas. Selain itu, terlalu percaya dengan mitos seputar pencarian kerja juga memengaruhi persepsi kita—akhirnya makin nggak pede melamar kerja, deh. Ikuti 15 langkah mudah dapat pekerjaan berikut ini...

7. Buat CV dan surat lamaran
Keduanya sama penting, tuh, untuk disertakan saat kita melamar pekerjaan. Soalnya HRD ingin tahu posisi apa yang pelamar inginkan dan bagaimana karakternya—ini juga terbaca dari tanda tangan kita di bawah surat. Makanya, surat lamaran dan CV merupakan satu paket yang nggak terpisahkan.

8. CV up to date
Dalam selembar CV, perusahaan ingin mengetahui skill, pendidikan (plus training kalau ada), serta pengalaman yang dimiliki oleh calon karyawannya. Hanya butuh waktu kurang dari 20 detik untuk menyingkirkan CV yang terlihat nggak menarik. Jadi, bikin, dong, CV yang singkat dan padat untuk menunjukkan segala kelebihan kita. Detailnya, sih, bisa menyusul pada saat interview.

9. Datangi job fair
Kalau kita memang berharap mendapatkan pekerjaan setelah datang ke job fair, berarti kita kudu melakukan persiapan khusus. Jangan buang waktu hanya untuk mengecek sikon atau booth yang ada di sana. Justru kita harus menyiapkan diri semaksimal mungkin, siapa tahu bisa langsung walk-in interview. Minimal, kita membawa flashdisk berisi surat lamaran, CV, foto terbaru, juga portofolio—kan, sekarang serba paperless.

10. Waktu memengaruhi 'isi' wawancara
Ternyata, nih, jadwal wawancara yang paling enak adalah pagi hari (sekitar pukul 09.00 – 11.00). Soalnya pada jam-jam tersebut belum banyak gangguan bagi pewawancara maupun calon karyawan. Kalaupun dilakukan di siang hari, biasanya waktu yang dipilih adalah pukul 13.00 atau 14.00. Lewat dari itu seringkali wawancara ditujukan bagi kandidat yang kurang diminati perusahaan.


Credit: http://www.femina.co.id/career/15-langkah-mudah-dapat-pekerjaan

NEXT :  15 Langkah Mudah Dapat Pekerjaan Part 4 http://punyakfe.blogspot.co.id/2016/05/15-langkah-mudah-dapat-pekerjaan-part-4.html